Support System
Walaupun hari Senin berlalu dengan cukup buruk karena Gemini yang tiba tiba terbakar api cemburu sepanjang hari, laki-laki itu bersyukur karena ia telah mengubah alur kisah cintanya.
Sikapnya benar-benar berubah drastis. Dari yang tadinya tidak mau terlihat, keep everything lowkey, sekarang menjadi lebih berani dan lebih perhatian karena ia tidak ingin Fourth hanya melihatnya sebagai seorang sahabat.
Dan cara itu, surprisingly berhasil. Minggu ini Gemini dan Fourth menjadi tak terpisahkan. Berangkat sekolah bersama, makan siang bersama, pulang sekolah bersama, Fourth menemaninya belajar sampai tengah malam melalui facetime, sungguh, hanya dengan memikirkannya saja membuat Gemini senyam-senyum sendiri.
Sekarang adalah hari yang sangat ia tunggu-tunggu. Hari H olimpiade sains tingkat SMA. Walaupun tidak se-ambis pada saat ia kelas 10 dahulu, Gemini dan sahabatnya Mark Pakin tentu tetap bekerja keras untuk lomba ini. Dan walaupun tidak berharap mendapatkan emas, jauh di dalam lubuk hatinya tentu ia tidak ingin mengecewakan papap, ayah dan juga Fourth, tentunya, karena laki-laki manis itu selalu menyemangatinya dalam belajar.
Fokus, Gemini. You got this. Believe in yourself. Make papap, ayah, and Fourth proud.
Rapalan kalimat-kalimat penyemangat terus ia bacakan dalam hati untuk dirinya sendiri. Semenjak ia duduk di ruang tunggu ini, entah kenapa jantungnya berpacu dengan sangat kencang. Ia tiba tiba gugup. Padahal ini bukan pertama kali bagi Gemini karena ia selalu mengikuti olimpiade sains sejak SD.
Tenang, tenang, tenang.
Gemini mengepalkan tangannya, hingga tiba-tiba ia merasakan ponsel dalam sakunya bergetar. Penasaran, ia pun membuka notifikasi tersebut.
Snoopy: GEMINI HOLMES MY BFF SEMANGAT YA GUE GAK TAU LO UDAH MASUK RUANGAN LOMBANYA ATAU BELUM TAPI KALAU LO LIAT CHAT INI PLEASE KNOW IM HERE ROOTING FOR YOUUU KATA WINNY SAMA SATANG JUGA SEMANGAT GEMINI!!! | 1.18 PM
Snoopy: I know you’ll do great!!! Pelan pelan ngerjainnya gue yakin otak lo lebih keren daripada einstein >.0 | 1.19 PM
Snoopy: Jangan mikirin apa apa ya, kerjainnya harus tanpa beban!!! | 1.20 PM
Snoopy: Gue balik sekolah nyusul lo ke tempat lomba BTW!!! TUNGGUIN OK!!! | 1.20 PM
Snoopy: SEMANGAT GEMINEEEEE | 1.20 PM
Senyuman Gemini merekah.
“Nih es teh.”
Fourth menyodorkan es cekek yang ia beli di bazaar tempat olimpiade sains diselenggarakan kepada Gemini. Laki-laki itu menerimanya dengan senang hati, walaupun ia sudah sangat lemas karena soal-soal tahun ini cukup sulit untuk ditakluki.
“Lemes banget tuh Fourth anak om.” Goda Om Newwie, papapnya Gemini yang hari ini sengaja mengambil cuti terbang agar bisa menemani anaknya lomba.
“Tau om, pucet banget itu bibirnya.” Fourth terkekeh, kemudian mendudukan diri di sebelah Gemini. Berkat sifat easy going Om Newwie, walaupun ini kali pertama mereka bertemu, Fourth bisa langsung akrab dengan pria paruh baya itu.
Setelah menyedot es cekek yang diberikan Fourth, Gemini menyenderkan kepalanya yang terasa ingin meledak di bahu sang papap.
“Gem malu dong kamu udah gede.” Om Newwie menyingkirkan kepala Gemini dari bahunya, membuat sang anak berdecak.
“Pusing tau, Pap.” Gerutu Gemini, ia kemudian membenarkan posisi duduknya. Tiba-tiba terlintas ide konyol dalam kepalanya untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan.
“Pinjem bahu semenit.”
“Manja banget lo.”
Gemini tidak mengambil pusing kata-kata Fourth, ia tetap mencari posisi yang nyaman untuk mengistirahatkan kepala di pundak yang lebih muda. Sementara Om Newwie diam-diam tersenyum dan menggelengkan kepala.
Dasar remaja.
Mengerti perasaan Gemini, Fourth pun membiarkan laki-laki itu meminjam pundaknya. Semenit itu tipuan belaka, setelah Gemini memejamkan mata, nyatanya posisi mereka tetap seperti itu selama tiga puluh menit kemudian. Gemini sangat senang karena seseorang yang ia harapkan untuk datang di hari besarnya kini ada di sebelahnya. Papap dan Fourth. Walaupun ayah tidak bisa mengambil cuti, bagi Gemini presensi mereka berdua pun sudah cukup.
“Tes… tes… bagi seluruh peserta olimpiade sains tingkat SMA yang hadir hari ini, diharapkan untuk berkumpul di depan panggung karena sesaat lagi akan ada pengumuman juara.”
“Gem Gem bangun Gem, bangun mau pengumuman.”
Gemini pun membuka mata, lalu menegakkan tubuhnya. Ia menyapu pandangan, mencari keberadaan Pakin dan teman-teman sekolahnya yang juga mengikuti lomba ini. Ketika berhasil menemukan Pakin, ia berpamitan kepada Om Newwie dan Fourth.
“Pap, Gemini gabung sama yang lain ke depan ya?” Ia meraih tangan sang papap, kemudian menciumnya.
Om Newwie mengangguk, kemudian mengusap-usap punggung sang anak sebelum memeluknya. “Apapun hasilnya, papap sama ayah selalu bangga sama Gem, oke?”
Gemini tersenyum dan mengangguk, perkataan dari orangtuanya itu sedikit menghilangkan beban di pundaknya. Setelah berpelukan, ia lalu beralih ke arah Fourth.
“Gua kedepan dulu ya, Fourth.”
Niatnya, Gemini ingin mengajak Fourth untuk ber-tos tangan. Tetapi yang dilakukan Fourth benar-benar di luar ekspektasinya.
Gemini mematung beberapa saat, otaknya sibuk memproses. Fourth memeluk Gemini dengan sangat erat, tangannya juga ia gerakan untuk mengusap-usap belakang leher Gemini.
“Good luck Gem, hope it goes great for you!Inget gue sama Om Newwie disini buat dukung lo, apapun hasilnya.”
Gemini mau nangis.