Grumpy Cat
Sebenarnya, bukan tanpa alasan Fourth Nattawat tidak ikut latihan futsal belakangan ini— telatnya selama sepuluh kali pertemuan. Ini disebabkan oleh perubahan jadwal ekstrakurikuler yang biasanya dilakukan setiap hari Jumat, menjadi hari Senin, di mana paginya mereka sudah mengikuti upacara. Setelah pulang sekolah, yang ingin dilakukan Fourth sekarang hanya pulang ke rumah, mandi, dan bersantai di dalam kamarnya yang dingin.
Tapi, hitung-hitung new semester, new me, Fourth mencoba untuk melawan rasa malasnya demi menemani Winny dan juga Satang yang memaksanya untuk ikut latihan. Setelah ini, Fourth akan mempertimbangkan untuk mencari ekstrakurikuler baru yang tidak mengharuskan dia untuk panas-panasan di bawah sinar matahari. Mungkin ekskul band? Atau karya ilmiah remaja— oh, yang satu itu tidak mungkin. Sains tentu bukan teman baik Fourth Nattawat.
"Muka lu biasa aja dong,"
Fourth menoleh, yang baru saja mengajaknya berbicara adalah Winny. Ia lalu mendengus lalu meminum air pada botol minumnya.
"Gua beliin koyo sumpah kalau kaki lu pegel pegel nanti malem." Lanjut Winny.
"Harusnya sekarang gue lagi ngadem di kamar sambil main animal crossing, tai." Gerutu Fourth.
Satang tertawa mendengar percakapan itu. Mereka bertiga kini sedang duduk di tribun, sudah lima menit berlalu sejak kelas 11 menyelesaikan dua babak pertandingan. Kini giliran anak kelas 12, dimana ada Pond, kakak Fourth, dan Archen, sahabat kakaknya yang selalu genit, sedang bertanding.
"Lu udah bilang makasih ke Gemini?" Tanya Satang.
Fourth menggeleng, "Belum. Tadi kan tiba tiba langsung latihan, gak sempet ngajak ngobrol."
"Anaknya mana dah?"
"Gak tau," Fourth melihat ke sekeliling, tidak ada sosok Gemini di sekitar mereka sekarang. "Mau ganti baju gak?"
"Males, gua balik pake baju ini aja."
"Sama."
"Yaudah, gue ganti dulu dulu deh." Fourth berdiri, sementara Winny dan Satang mengangguk. Kemudian, laki laki berumur 17 tahun itu menenteng tasnya untuk pergi ke ruang ganti.
Di sana sepi, hanya ada dua anak MIPA yang tidak terlalu akrab bagi Fourth, mereka hanya sebatas tahu nama saja. Mereka juga langsung pergi selang satu menit sejak Fourth datang. Alhasil, lelaki itu tidak perlu repot-repot masuk ke bilik kecil untuk mengganti bajunya.
Setelah mengganti bajunya dengan seragam sekolah, Fourth mencuci tangan sambil bersenandung kecil, melantunkan nada lagu Gee milik SNSD. Ketika melihat pantulan dirinya di cermin, Fourth tanpa sengaja melihat bayangan Gemini, teman kakaknya, di kaca. Lelaki itu keluar dari bilik ganti dan ikut mencuci tangan di sebelahnya.
Fourth menelan ludah. Ia bingung setengah mati memikirkan bagaimana cara menyapa Gemini dengan benar?
Pasalnya, they barely know each other; they only had one conversation, and that was via WhatsApp. Mereka belum pernah bertegur sapa atau bahkan berkenalan, sebab tadi pagi Gemini memberikan nintendonya melalui Pond, tidak secara langsung.
Bodo lah! Bilang sekarang kali ya?
"Kak—"
Belum sempat manggil namanya dengan benar, Gemini sudah melengos pergi keluar dari ruang ganti. Fourth langsung mengerutkan dahi melihat tingkahnya.
SOMBONG BANGET?!
Menyikapi itu, Fourth dengan terburu-buru ikut keluar dari ruang ganti untuk mengejar Gemini Norawit yang untungnya belum jalan terlalu jauh.
"Kak Gemini!"
Gemini berhenti untuk menoleh ke sumber suara, baru saja mau merespons, Fourth sudah keburu berjalan ke arahnya sambil berbicara;
"Ini lo gak mau minta maaf ke gue apa?!"
Gemini diam. Dia tahu bahwa yang berbicara dengannya sekarang adalah Fourth Nattawat, adik sahabatnya, Pond. Dalam hati ia berpikir, perasaan gua dari tadi diem doang? Dia kenapa marah-marah...
"Eh kocak, gue tau lo udah ngegantiin nintendo switch gue, tapi bukannya lo tetep harus minta maaf ya karena udah ngerusakin barang gue? Gara-gara lo animal crossing gue harus ngulang dari awal tau! Btw makasih udah digantiin!"
Kalau kalian belum pernah lihat orang bilang makasih sambil marah-marah, ini contoh kasus bahwa orang seperti Fourth Nattawat ada di dunia. Memang anger issue anak ini cepat atau lambat harus segera diperbaiki.
"Woi jawab dong, jangan diem aja! Patung lo?"
Galak banget...
"Iya Fourth, maaf gua udah ngerusakin nintendo switch lu..."
Gemini Norawit bukan tipikal orang yang easy going seperti Pond atau Archen yang mudah bergaul dengan orang baru. Ia cenderung kikuk dan tidak jago berbasa-basi, makanya ia benar-benar bingung harus menjawab amarah Fourth seperti apa.
"Ya bagus, biasain bilang maaf kalau buat salah. Itu basic manner tau!"
Gemini tidak tahu apa mimpi dia semalam sampai bisa dimarahi bocah yang lebih muda darinya sore-sore begini. Setelah ini, ingatkan Gemini untuk bertanya pada Pond; adiknya sehari-hari dikasih makan apa sih sampai bisa galak begini kayak guru BK?
"Gak Pond, gak temennya, bikin emosi mulu deh heran." Gumam Fourth. "Udah ah gue mau ke lapangan lagi. Bye!"
Masih dengan nada marah, Fourth meninggalkan Gemini yang bingung harus menyahut seperti apa sambil melambaikan tangannya.
Kalau segemas ini, mana mungkin Gemini sebal karena sudah diomeli Fourth?! Yang ada otot-otot di sekitar mulut dan mata Gemini berkontraksi. Menciptakan senyuman geli karena terhibur dengan sikap menggemaskan adik sahabatnya.
Fourth Nattawat, he’s really … something.