Zero Percent Chance


Sabtu pagi seharusnya menjadi waktu spesial bagi Fourth Nattawat untuk berleha-leha di kamarnya sambil memainkan animal crossing. Pukul menunjukkan jam setengah sembilan pagi, Fourth bangun dari tidurnya sekitar sepuluh menit lalu sebelum pada ponselnya muncul notifikasi dari pacar dan sahabat kakaknya yang mengatakan bahwa mereka sudah ada di depan rumah.


Dalam hati Fourth berdecak, orang gila mana coba yang mengunjungi rumah orang pagi-pagi buta di akhir pekan?! Ditambah, bisa-bisanya kakak laki-laki Fourth tidak bangun padahal sudah memiliki janji dengan teman-temannya?! Benar-benar bukan awal yang baik bagi Fourth untuk memulai hari.


Tanpa berlama-lama, Fourth mencuci muka dengan kilat serta mengganti celana tidur pendek yang ia kenakan dengan celana yang lebih panjang, karena jika tidak, kakaknya yang sangat-protektif-tetapi-tidak-ingin-menunjukan-bahwa-ia-protektif itu akan mengomelinya sepanjang hari.


Fourth menyempatkan diri untuk menggedor kamar kakaknya sebelum ia turun kebawah.


“POND BANGUN! TEMEN TEMEN LO UDAH SAMPE!!!”


TING TONG!


Bel berbunyi, tentu saja tidak ada yang akan membuka pintu rumah selain Fourth sebab ibunya sedang melakukan perjalanan bisnis di Singapur. Sedikit ngedumel, Fourth pun turun ke lantai bawah. Semalas apapun Fourth ia tidak mungkin membiarkan teman-teman Pond kepanasan di luar rumah.


Fourth membuka pintu rumah, ternyata disana sudah ada Archen yang sedang menyengir, di belakangnya ada Phuwin yang sedang menyilangkan tangannya di depan dada, serta Gemini yang tersenyum awkward. Seperti biasa.


Oh, Fourth ingin bernapas lega ketika ia tidak melihat batang hidung Dunk. Karena setidaknya orang yang akan mengganggunya hari ini hanya satu saja.


Good morning, sunshine!


Tentu saja Archen tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengatakan hal-hal cheesy kepada Fourth. Dan sebisa mungkin, Fourth menahan diri untuk tidak memutar bola matanya.


Masih pagi, tolong.


“Halo abang-abang.” Fourth malah menoleh ke belakang untuk menyapa yang lain. Dasar, dia memang berotak jahat.


Archen jelas tidak terima ketika sapaannya tak dihiraukan. Ia lantas menghalangi teman-teman dibelakangnya dengan badan besarnya, kemudian menunjuk diri sendiri, seakan akan bicara; Gua? Gua? Gua gak disapa?


“Iya iya good morning Kak Archen.” Ujar Fourth pada akhirnya, membuat Archen tersenyum puas.


“Pond masih tidur ya, Fot?” Tanya Phuwin.


Fourth menganggukan kepala. “Iya kayaknya, Kak. Bangunin aja.” Lelaki manis itu kemudian menggeserkan tubuhnya, mempersilahkan teman-teman Pond untuk memasuki rumah.


“Kita ke atas yaa.” Ujar Phuwin yang dibalas acungan jempol oleh Fourth.


Archen dan juga Gemini mengekori Phuwintang untuk menaiki tangga. Tetapi, ketika menginjakkan kaki di tangga ke-empat, Archen tiba-tiba berhenti berjalan, membuat Gemini yang ada di belakangnya ikut berhenti pula.


“Fourth, udah sarapan?”


Kirain ada apa.


"Belum." Jawab Fourth dari lantai bawah. Sementara Gemini hanya diam dan memperhatikan mereka berdua.


"Mau beli sarapan nggak? Berdua?" Tawar Archen dengan senyuman andalannya. Memang manusia yang satu ini sangat tidak kenal lelah untuk urusan modus pada Fourth Nattawat.


“Enggak mau.” Fourth menggelengkan kepala, kemudian membalikkan badan untuk menutup pintu rumah.


Pfffft.


“Tai, gak usah ketawa lu, Gem.”


Gemini tidak tahu kenapa, tetapi yang jelas, ia cukup senang melihat Fourth menolak Archen.




Jam 12 siang, Gemini turun ke lantai bawah ketika Pond memintanya untuk mengambil cemilan dan minuman ringan di dapur. Ini bukan pertama kali Gemini bermain di rumah Pond, jadi bisa dibilang ia sudah cukup mengenal layout rumah sahabatnya tersebut.


Namun, hari ini cukup berbeda, sebab ini pertama kalinya Gemini berpapasan dengan Fourth di dapur. Tidak ada yang tahu pasti mengapa keduanya belakangan ini sering kali bertemu tanpa disengaja, padahal sebelumnya tidak seperti ini.


Fourth sedikit terkejut melihat kedatangan Gemini, tentu karena ia sudah berjanji kepada Pond untuk tidak keluar kamar ketika teman-teman kakaknya sedang ada di rumah. Walaupun alasannya sangat sederhana, Pond tidak ingin adiknya digoda terus-terusan oleh kedua sahabatnya yang menyukai Fourth.


Yah, walaupun mereka berdua selalu bertengkar, Pond dan Fourth saling menyayangi kok. Sometimes.


"Hai," Gemini menyapa. Detik kemudian, dia benar-benar menyesal dengan kata yang ia pilih untuk menyapa Fourth.


Kenapa hai sih? Sok akrab banget gua…


Fourth menganggukan kepala ke arah Gemini, kemudian lanjut memakan mie-nya yang masih panas sambil memainkan animal crossing pada nintendo switchnya.


"Gua- itu, ngambil cemilan ya."


Padahal setiap menjadi mentor atau pembicara di GMM Student Exchange, Gemini selalu lancar berbicara bahkan berkomunikasi dua pihak. Tetapi anehnya, setiap kali ia harus berbicara kepada Fourth, lidahnya terasa kelu dan ia menjadi kikuk.


Gua kayak orang bloon gak sih…


Lagi-lagi Fourth hanya menganggukan kepala, terlalu fokus dengan game yang ia mainkan. Gemini juga tidak mengatakan apa-apa lagi, ia kini sibuk memindahkan makanan ringan ke mangkuk besar dan juga mengambil minuman ringan beserta gelasnya. Rumah Pond dan Fourth memang selalu menyediakan camilan yang lengkap, makanya mereka selalu betah ketika main disana.


Pada saat Gemini memindahkan mangkuk dan gelas tersebut pada nampan di depan Fourth, tiba-tiba laki laki yang lebih muda berbicara.


“Gem, mau nyoba gak?”


Sebenarnya Gemini ingin langsung menolak, tetapi mie yang sedang Fourth makan terlihat sangat menggiurkan karena terdapat quick melt cheese dan toppingseperti dumpling dan crabstick di atasnya.


"Boleh?"


"Nih," Fourth mengambilkan Gemini garpu baru, kebetulan sekali tempat garpu tersebut ada di hadapannya.


Gemini kemudian mencicipi mie milik Fourth. Rasanya benar-benar enak. Gemini seumur hidup belum pernah memakan mie goreng seenak ini sebelumnya.


“Enak banget?”


“Iya lah, siapa dulu yang buat.” Fourth menepuk-nepuk dadanya membanggakan diri, membuat Gemini terkekeh. “Abisin aja kalau suka, gue baru makan dikit kok.”


Memang porsi mie yang ada di piring terbilang cukup banyak untuk disebut left over. Gemini lapar, dan tidak mungkin ia menolak makanan seenak ini untuk masuk kedalam perutnya. Di tambah, ini masakan si gemas Fourth. Ia semakin tidak memiliki alasan untuk berkata tidak.


“Tapi ini lu baru makan dikit?”


“Gue tadi cuma impulsif bikin mie karena laper, tapi sebenernya gak terlalu suka, and my mom’s going to order me a salad real soon.


Gemini menganggukan kepala paham.


“Duduk, Gem.”


Berakhirlah Gemini menghabiskan mie milik Fourth yang sangat well cooked sambil duduk di sebelahnya. Pond, Phuwin, Archen, Gemini sincerely apologizes for keeping you guys waiting, but these noodles are just too delicious to pass up.


I just don't get why you're not into this food. Enak banget, asli.”


Fourth mengalihkan perhatiannya dari nintendo switch menjadi kepada Gemini Norawit. Ia lalu terkekeh. “Lebay banget anjir, orang itu indomie biasa.”


“Luar biasa kali.” Sanggah Gemini. “Lu emang suka salad atau lagi diet?”


Oh, pengen ngobrol.


“Enggak lah, ngapain gue diet. I’m a BIG fan of salads, you wouldn't get it. Kalau lo tau gue sesuka apa sama salad atau sayur pasti lo bakal ngatain gue kambing juga kayak Pond.”


Gemini tertawa. “He called you kambing?”


“Iya!” Seru Fourth. “Tapi gak apa-apa sih, gue juga sering manggil dia monyet.”


Tawa Gemini semakin pecah. Fourth lumayan terkejut mendengar suara tawa Gemini yang terdengar aneh tapi lucu.


By the way, lo tuh habis exchange kemana deh?”


“Ke Tennesee, di US. Tau gak?”


Perbincangan itu berlanjut dengan Fourth yang penuh rasa keingintahuan tentang pengalaman pertukaran pelajar yang diikuti Gemini tahun lalu. Fourth pernah bilang kan kepada Satang bahwa Gemini adalah role modelnya? Untuk itu, ia tidak akan menyia-nyiakan waktu berbincang dengan Gemini dan mencoba untuk mendapatkan insight sebanyak mungkin.


“Woi, ditungguin ternyata malah disini.”


Tiba-tiba Pond muncul di ruang makan yang menyatu dengan dapur. Gemini hampir tersedak karena terkejut, sementara Fourth santai.


“Gua bantu ngabisin mie-nya Fourth, lu mau kagak?” Tawar Gemini.


Belum sempat menjawab, Archen datang dan langsung merangkul Pond sambil menyengir. “MAU!”


"Itu tinggal dikit, lo bedua mau gue bikinin?" Tawar Fourth.


"MA—"


Pond buru-buru memotong ucapan Archen. “Kata lu tadi mau pesen sushi?”


"Oh iya bener." Archen menggaruk garuk kepala. "Fourth mau gua beliin sushi juga ga— nevermind, gua beliin pokoknya jangan nolak hehehehe!"


Kemudian Archen meninggalkan dapur untuk menghampiri Phuwin di ruang TV. Sebelum mengikuti sahabatnya itu, Pond mengambil camilan yang semula disiapkan oleh Gemini untuk ia bawa, kemudian memberikan pesan kepada Fourth.


“Kalau makannya udah beres naik ya,”


Dibalas dengan anggukan oleh adiknya itu.


Huh, padahal sedikit lagi jadi temen orang pinter.


Sepeninggalan Pond, Gemini kembali menyantap mie tersebut hingga habis tak tersisa. Ia hendak mencuci piring bekas makannya, dan Fourth menghampiri untuk membantu.


"He likes you." Ujar Gemini ketika ia sedang menyabuni piring.


"Bang Archen?" Tanya Fourth, Gemini ngangguk. "I know."


Gemini sedikit amazed. Fourth terlalu santai menanggapi informasi yang menurut Gemini amat sangat penting ini.


“Lu gak tertarik sama Archen?”


“Lebih tepatnya gak tertarik cinta-cintaan sih, alay.” Sahut Fourth sambil terkekeh. “Moreover, lingkaran pertemanan gue selama ini selalu ruined karena cinta-cintaan. Jadinya gue gak pernah nganggep serius kalau Bang Archen flirty. I know he’s important for my brother, so I don’t wanna mess up their friendship kalau misalkan ada apa apa.”


Ohhe must have been through a lot sampe bisa mikir gini.


“Ah anjing kok lo diem sih kan jadinya awkward, Gem.”


Gemini terbangun dari lamunannya. “Sorry, hehehe. Gua cuma salut aja, lu ternyata nyuekin Archen karena mikirin pertemanan dia sama abang lu, menurut gua keren.”


Dan menurut gua there’s no chance for me at all kalau pemikiran lu bakal terus kayak gitu.


“Emang gue selalu keren sih.”


Gemini terkekeh. Mereka pun mencuci tangan masing-masing setelah piring selesai dicuci.


"Yaudah gua ke ruang tv ya?”


Setelah Fourth mengangguk, Gemini pun meninggalkan Fourth untuk bergabung dengan Pond, Archen dan Phuwin yang tengah bermain PS. Lelaki itu menyelipkan diri diantara mereka.


"Gem,"


Tiba-tiba Archen memanggil.


"Hm?"


"Jangan ikutan naksir Fourth ye.”


Oh, Tuhan, please have mercy on Gemini. Dia baru saja ditolak secara tidak langsung oleh orang yang telah membuatnya tertarik, dan sekarang ia dilarang terang-terangan untuk menyukai lelaki manis itu oleh sahabatnya sendiri.